Assalamualaikum Wr.Wb
Halo teman-teman, apa kabar ? semoga sehat selalu, semoga selalu dalam perlindungan Allah SWT dan selalu dimudahkan dalam menjalankan kegiatan sehari-hari . Aamiin.
kali ini saya akan membahas tentang teknologi pendidikan dan teknologi pembelajaran di era revolusi industri 4.0 . Tentunya sudah tidak asing lagi yaa, mari kita simak penjelasannya...

Revolusi
Industri 1.0
Revolusi
Industri yang pertama terjadi pada abad ke-18 ditandai dengan penemuan mesin
uap yang digunakan untuk proses produksi barang. Saat itu, di Inggris, mesin
uap digunakan sebagai alat tenun mekanis pertama yang dapat meningkatkan
produktivitas industri tekstil. Peralatan kerja yang awalnya bergantung pada
tenaga manusia dan hewan akhirnya digantikan dengan mesin tersebut.Selain itu,
mesin uap digunakan pada bidang transportasi. Transportasi internasional pada
masa itu adalah transportasi laut yang masih menggunakan tenaga angin. Namun,
angin tidak dapat sepenuhnya diandalkan karena bisa jadi angin bertiup dari
arah yang berlawanan atau bahkan tidak ada angin sama sekali.
Revolusi
Industri 2.0
Revolusi
industri 2.0 terjadi di awal abad ke-20. Revolusi industri ini ditandai dengan
penemuan tenaga listrik. Tenaga otot yang saat itu sudah tergantikan oleh mesin
uap, perlahan mulai tergantikan lagi oleh tenaga listrik. Walaupun begitu,
masih ada kendala yang menghambat proses produksi di pabrik, yaitu masalah
transportasi.
Revolusi
Industri 3.0
Setelah
revolusi industri kedua, manusia masih berperan sangat penting dalam proses
produksi berbagai macam jenis barang. Tetapi, setelah revolusi industri yang
ketiga, manusia tidak lagi memegang peranan penting. Setelah revolusi ini, abad
industri pelan-pelan berakhir dan abad informasi dimulai.
Jika
revolusi pertama dipicu oleh mesin uap, revolusi kedua dipicu oleh ban berjalan
dan listrik, revolusi ketiga ini dipicu oleh mesin yang dapat bergerak dan
berpikir secara otomatis, yaitu komputer dan robot.
Revolusi Industri 4.0
Nah, inilah revolusi industri yang akan kita bahas dan sedang ramai
diperbincangkan. Industri 4.0 adalah tren di dunia industri yang menggabungkan teknologi
otomatisasi dengan teknologi siber. Istilah industri 4.0 berasal dari sebuah
proyek dalam strategi teknologi canggih Pemerintah Jerman yang mengutamakan
komputerisasi pabrik.
Pada industri 4.0, teknologi manufaktur sudah masuk pada
tren otomatisasi dan pertukaran data. Hal tersebut mencakup sistem siber-fisik,
internet of things (IoT), cloud computing, dan cognitive computing. Tren ini telah mengubah banyak bidang kehidupan manusia,
termasuk ekonomi, dunia kerja, bahkan gaya hidup. Singkatnya, revolusi industri
4.0 menanamkan teknologi cerdas yang dapat terhubung dengan berbagai bidang
kehidupan manusia.
Dampak Revolusi Industri 4.0 terhadap Pendidikan di
Indonesia pada era modern ini, informasi dan teknologi memengaruhi
aktivitas sekolah dengan sangat masif. Informasi dan pengetahuan baru menyebar
dengan mudah dan aksesibel bagi siapa saja yang membutuhkannya. Pendidikan
mengalami disrupsi yang sangat hebat sekali.
Era revolusi industri 4.0 merupakan tantangan berat bagi guru Indonesia. Mengutip dari Jack Ma dalam pertemuan tahunan World Economic Forum 2018, pendidikan adalah tantangan besar abad ini. Jika tidak mengubah cara mendidik dan belajar-mengajar, 30 tahun mendatang kita akan mengalami kesulitan besar. Pendidikan dan pembelajaran yang syarat dengan muatan pengetahuan mengesampingkan muatan sikap dan keterampilan sebagaimana saat ini terimplementasi, akan menghasilkan peserta didik yang tidak mampu berkompetisi dengan mesin. Dominasi pengetahuan dalam pendidikan dan pembelajaran harus diubah agar kelak anak-anak muda Indonesia mampu mengungguli kecerdasan mesin sekaligus mampu bersikap bijak dalam menggunakan mesin untuk kemaslahatan.
Sistem pendidikan membutuhkan gerakan kebaruan untuk
merespon era industri 4.0. Salah satu gerakan yang dicanangkan oleh pemerintah
adalah gerakan literasi baru sebagai penguat bahkan menggeser gerakan literasi
lama. Gerakan literasi baru yang dimaksudkan terfokus pada tiga literasi utama
yaitu 1) literasi digital, 2) literasi teknologi, dan 3) literasi manusia
(Aoun, 2018). Tiga keterampilan ini diprediksi menjadi keterampilan yang sangat
dibutuhkan di masa depan atau di era industri 4.0. Literasi digital diarahkan
pada tujuan peningkatan kemampuan membaca, menganalisis, dan menggunakan
informasi di dunia digital (Big Data), literasi teknologi bertujuan untuk memberikan
pemahaman pada cara kerja mesin dan aplikasi teknologi, dan literasi manusia
diarahkan pada peningkatan kemampuan berkomunikasi dan penguasaan ilmu desain
(Aoun, 2017).
Untuk menghadapi era revolusi industri 4.0, diperlukan
pendidikan yang dapat membentuk generasi kreatif, inovatif, serta kompetitif.
Hal tersebut salah satunya dapat dicapai dengan cara mengoptimalisasi
penggunaan teknologi sebagai alat bantu pendidikan yang diharapkan mampu
menghasilkan output yang dapat mengikuti atau mengubah zaman menjadi lebih
baik. Indonesia pun perlu meningkatkan kualitas lulusan sesuai dunia kerja dan
tuntutan teknologi digital.
Sudah saatnya kita meninggalkan proses pembelajaran yang
cenderung mengutamakan hapalan atau sekadar menemukan satu jawaban benar dari
soal. Metode pembelajaran pendidikan Indonesia harus mulai beralih menjadi
proses-proses pemikiran yang visioner, termasuk mengasah kemampuan cara
berpikir kreatif dan inovatif. Hal ini diperlukan untuk menghadapi berbagai
perkembangan teknologi dan ilmu pengetahuan.
Berikut ini adalah penjelasan teknologi pendidikan dan teknologi pembelajaran :
11. Teknologi
Pendidikan
a.
Pengertian
teknologi pendidikan
Teknologi pendidikan
adalah suatu cara yang sistematis dalam mendesain, melaksanakan, dan
mengealuasi proses keseluruhan dari belajar dan pembelajaran dalam betuk tujuan
pembelajaran yang spesifik.
b.
Fungsi
teknologi pendidikan
·
Teknologi
Pendidikan sebagai peralatan untuk mendukung konstruksi pengetahuan
·
Teknologi
pendidikan sebagai sarana informasi untuk menyelidiki pengetahuan
·
Teknologi
pendidikan sebagai media sosial untuk mendukung pelajaran dengan berbicara.
·
Teknologi
pendidikan sebagai mitra intelektual untuk mendukung pelajar
·
Teknologi
pendidikan dapat meningkatkan mutu pendidikan/sekolah.
·
Teknologi
pendidikan dapat mempermudah mencapai tujuan pendidikan.
c.
Manfaat
teknologi pendidikan
·
Teknologi
dalam dunia Pendidikan dijadikan alat dalam mendukung pengembangan pengetahuan
bagi para siswa.
·
Teknologi
dalam dunia Pendidikan dapat mewakili gagasan pelajar bagi pemahaman dan
kepercayaan
·
Teknologi
dalam dunia Pendidikan dipergunakan siswa untuk berkolaborasi dengan siswa
ataupun orang lain.
·
Teknologi
dalam dunia Pendidikan dapat membantu pelajar dalam mengartikulasikan dan
memprentasikan ilmu apa yang mereka ketahui tentang sesuatu hal.
·
Teknologi
dalam dunia Pendidikan dapat membantu meningkatkan efektifitas serta efisiensi
proses belajar dan mengajar (siswa dan guru).
2 2. Teknologi
pembelajaran
a.
Pengertian
teknologi pembelajaran
Teknologi
pembelajaran diartikan sebagai media yang lahir sebagai akibat revolusi
komunikasi yang dapat digunakan untuk keperluan pembelajaran di samping guru,
buku teks, dan papan tulis. bagian yang membentuk teknologi pembelajaran adalah
televisi, film, OHP, komputer dan bagian perangkat keras maupun lunak lainnya.”
b.
Fungsi
teknologi pembelajaran
·
.
Sebagai sarana bahan ajar
yang ilmiah dan obyektif.
·
Sebagai
sarana mempermudah penyampaian materi.
·
Sebagai
sarana meningkatkan keberhasilan pembelajaran.
·
Sebagai
sarana untuk meningkatkan efektifitas pembelajaran.
c.
Manfaat
teknologi pembelajaran
Ø
Manfaat
bagi pendidik
·
Pendidik
dapat lebih memudahkan tercapainya tujuan pendidikan.
·
Dapat
menjadi daya dukung pengajaran seorang pendidik.
·
Pendidik
dapat menunjang metode pembelajaran.
Ø
Manfaat
bagi peserta didik
·
Peserta
didik menerima materi pembelajaran dengan senang.
·
Peserta
didik tidak bosan dengan cara penyampaian materi pembelajaran secara verbal.
·
Peserta
didik lebih bisa berekspresi dalam proses pembelajaran.
·
Peserta
didik tidak bosan dengan cara penyampaian materi pembelajaran secara verbal.
3. Kekurangan
teknologi pendidikan dan teknologi pembelajaran
·
Pihak
guru yang tidak bisa mengoperasikan/menguasai elektronika akan tertinggalkan
oleh siswa.
·
Teknologi
pendidikan baik itu hardware maupun soffware membutuhkan biaya yang mahal.
·
Teknologi
pendidikan memerlukan SDM yang berkualitas untuk bias mempercepat inovasi
sekolah, sedangkan realita masih kurang.
Alhamdulillah, semoga bermanfaat bagi penulis maupun pembaca. agar saya lebih kreatif dalam hal menulis, maka dari itu saya membutuhkan kritik dan saran dari teman-teman. terima kasih.
Wassalamu'alaikum wr.wb
Mantab bu 💞
BalasHapus. Bermanfaat ka.. Terimakasih sudah berbagi ilmu
BalasHapusGood
BalasHapusArtikel nya menarik, dan snagat bermanfaat
BalasHapusMantap min
BalasHapusBermanfaat sekali kak. Semoga selalu berbagi ilmu👍
BalasHapusTerimaaksih ka infonya..
BalasHapusBulu bulu bulu, bulu bulu,bulu bulu bulu bulu bulu
BalasHapusMantap min, thanks ilmunya
BalasHapusMantul kak👍
BalasHapusKeren dan bermanfaat bagi saya.,
BalasHapus